1
103

Ulasan Singkat Tab Capsule Hotel Gubeng Surabaya: Serasa Tidur di Kulkas

Acara bisnis di Surabaya pada akhir Desember 2018 kemarin mungkin berakhir dilema, ada kesan baik dan buruk untuk Tab Capsule Hotel Gubeng Surabaya, persinggahan yang sangat singkat untuk perjalanan esok hari.

Hotel Tab Capsule Gubeng Surabaya dipilih karena memang deket ama Stasiun Surabaya Gubeng. Berangkat dari Solo jam 5 sore, sampai Surabaya jam 11.45 WIB dan langsung ke Tab Capsule, untuk lanjut kereta Mutiara pagi esoknya.

Jadi karena persinggahan 7 jam ini sehingga Tab Capsule Hotel ini dipilih, tarifnya murah saat itu hanya 145 ribu saja dan sudah termasuk sarapan pagi.

Oke, langsung tiba dan cek in, dikasih info lantai berapa, kamar berapa dan kapsul nomer berapa, dan itu harus diingat (belakangan tau kalo detail tersebut sudah tercantum di kartu, kalo gak salah tulisan urut 2033) lalu masuk lift dan tempelin kartu di lift, keamanan bagus juga.

Sebelum masuk kamar dan masuk kapsul juga harus tempelin kartu, mantap juga, didalam kamar ada 4 kapsul dan 1 kamar mandi, diluar kamar juga ada mushola kecil dan kamar mandi.

Waktu itu dapet kapsul nomer 3 yang berapa di lantai atas, kesan pertama adalah “berderit”, ya begitulah, kapsul terasa bergoyang sedikit dan berbunyi berderit, jadi kerasa gimanaa gitu. Semoga aja cuma kapsul itu saja yang begitu.

Dalam kapsul kira-kira berukuran 2 x 1 x 1 meter, untuk mendapatkan daya listrik, harus meletakkan kartu di tempat yang disediakan, awalnya mungkin agak membingungkan apalagi karena ada beberapa tombol yang bertipe “touchpad” alias panel sentuh.

 

Harus diakui kalo interiornya lumayan keren dan futuristik, panel-panel informasi digital cukup informatif, walaupun agak susah disetting.

Di dalamnya ada kasur ukuran single yang cukup tipis dan sepertinya berbahan busa lateks yang empuk, yang ditutup sprei katun berbentuk layaknya amplop. Dalam kesempatan lain, busa lateks ini juga mirip seperti topper yang biasa dipasang diatas matras.

Kemudian ada pemadam api, colokan listrik, earphone, handuk, TV dan sebotol air minum tanggung. Berhubung kapsulnya sempit, maka barang bisa ditaroh di loker yang berada di luar kapsul.

Ada dua bantal, yang pertama begitu tebal dan empuk, begitu nyaman…, dan satu lagi bantal yang sepertinya dari Bambu, dan bertipe Memory Foam, referensi bisa mengecek “Bamboo Fiber Memory Foam Pillow”.

Oh iya, ada juga selimut, sebuah selimut yang kehilangan fungsinya, karena terbuat dari rajutan tipis yang berongga, sekali lagi, sangat nggak cocok dibilang selimut.

Semoga saja sprei, sarung bantal dan selimutnya selalu diganti setiap pergantian tamu.

Saat di dalam kamar, suhu mencapai 20.7-derajat C, dan itu dingin buanget karena waktu itu jam 12 malam, sempat nonton TV karena susah tidur, wahh,,, kacau banget nih!

Selimutnya seperti ini

Makin malam suhu makin turun, tertulis sampai dibawah 19-derajat, gila!, menggigil deh, berasa ada di kulkas, nggak bisa tidur, kebelet fifis,,,, berakhir galau.

Ujung-ujungnya bisa tidur juga walaupun sepertinya nggak ada 2 jam,… Nonton TV lagi aja deh.

Suhu menunjukkan 18.3 derajat, dan AC terdengar sangat semangat menggenjot udara dingin makin banyak di dalam ruangan. Memang kapsul ini tidak kedap suara, bahkan suara chatting hape dari kapsul lain juga terdengar jelas, mungkin itu penyebabnya kalo mau nonton TV atau denger musik harus pakai earphone.

Kamar mandinya tidak terlalu luas dan tidak lapang, air panas ada tapi harus menunggu agak lama, terutama kalo pas jam sibuk. kapasitas loker lumayan besar dan bisa masuk koper kecil, kalo cuma tas dimasukkan dalam kapsul saja sekalian.

Sarapan pagi terletak di atap, menunya saat itu hanya ada nasi goreng, dan minumnya ada dua pilihan yaitu kopi atau teh, oke… lumayan enak.

Secara keseluruhan, hotel kapsul ini memang punya lokasi strategis, di sebelahnya ada Hotel Grand Dafam yang harganya per malam bisa 3x lipat hotel kapsul. Secara pelayanan juga ramah dan menawarkan shuttle gratis ke area terdekat, misal ke stasiun Gubeng atau Kota.

Tab Capsule Hotel direkomendasikan karena memang harganya murah, namun ketahanan tiap orang terhadap dingin berbeda-beda.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply