11
887

7 Hal Sepele tapi Sebaiknya Jangan Dilakukan saat Menginap di Hotel

Memang kesannya saat menginap di hotel itu pokoknya bebas, itu ruangan sudah dibayar dan disewa untuk semalam atau lebih, namun ternyata saat-saat menginap di hotel tidaklah sebebas itu, ada beberapa pantangan tidak tertulis yang tentu tidak boleh dilakukan.

Oke, jadi sebelumnya kami pernah membahas mengenai barang-barang apa saja yang boleh diambil dan dibawa pulang, atau barang-barang yang sering diambil tapi terlarang, sekarang konteksnya beda.

Beberapa hal berikut ini memang kesannya sepele, tapi tanpa disadari bisa berpotensi merugikan diri sendiri, bahkan ada yang bisa berbuah sanksi dari pihak hotel, apa saja?

1- Minum Langsung dari Gelas

Gelas yang tersedia di kamar hotel biasanya tidaklah dicuci dengan baik dari tamu sebelumnya, fokus utama house keeping ke bedding membuat salah satu hal penting ini luput. Kebanyakan gelas di kamar hotel dicuci seadanya, termasuk bila itu terletak dikamar mandi.

Solusinya? Cucilah sendiri gelas dengan bersih dan teliti, atau minum langsung dari botol.

2- Menggunakan Shampoo dan Sabun Hotel

Umumnya, Sabun dan Shampoo bawaan hotel itu sangat murah dan tidak berkualitas, mereknya saja tidak ada. Bila sabun batang, maka walaupun wangi dan bersih, maka berpotensi membuat kulit kering, hal yang sama dengan sabun cair, kita tidak tau apa sebenernya isi di dalamnya.

Begitu pula dengan shampoo hotel, yang kebanyakan akan membuat rambut rusak dan rontok. Dan jangan sampai memakai sampoo hotel 3 in 1 atau bahkan 4 in 1 (sabun muka, sabun badan, shampoo, kondisioner) kalo masih sayang rambut.

Solusi: Untuk sabun memang bisa ditoleransi bila hanya sebatas untuk badan. Namun lebih baik membawa sabun dan shampoo sendiri, atau bila terpaksa, gunakan sedikit saja atau cuma sekali.

3- Menggunakan Tisu Toilet untuk Tisu Wajah

7 Benda Yang Boleh dibawa Pulang dari Kamar Hotel 8

Tisu toilet di kamar mandi, jaraknya sangat dekat dengan jamban duduk alias se-jangkauan tangan. Konon tisu yang diletakkan di tempat tersebut sudah terpapar kuman dan bakteri, apalagi yang sudah digunakan setengah. Tisu yang diambil dari tempat aslinya sangat tidak pantas untuk dipakai di wajah, apalagi mulut.

Solusinya adalah bila hotel tidak menyediakan tisu kamar, maka silahkan membeli tisu sendiri, atau bila memang mau menggunakan tisu dari toilet, maka buang dulu beberapa bagian luarnya.

4- Membawa Barang Berbau Menyengat

Termasuk bau menyengat adalah: Mie instan, buah Duren dan beberapa hal yang bisa tercium dari jauh, terutama rokok yang biasanya akan kena denda besar apabila nekat merokok di ruangan tipe non-smoking.

Bau yang kuat terkadang bisa menyebar ke seluruh sudut ruangan dan membuat tidak nyaman bagi tamu itu sendiri, terkadang malah bisa menempel di tempat tidur maupun ruangan lain.

Solusi terbaik adalah dengan tidak membawa bau menyengat tersebut, atau bisa ditutupi kain di dalam kardus, atau menitipkannya di resepsionis.

5- Membuka Jendela

Umumnya, hotel dengan lantai tinggi tetap memiliki jendela namun tidak bisa dibuka karena memang diblokir, namun ada juga jendela yang bisa dibuka dan beberapa hotel meminta tamu untuk tidak membuka jendela.

Alasannya? misalnya debu dan polusi yang masuk, membahayakan tamu, dan memperberat kinerja AC.

Tidak ada solusi yang lebih baik selain tidak membukanya.

6- Merubah tata Letak Kamar dan Menurunkan Matras

Apapun alasannya, merubah tata letak dan dekorasi kamar yang sifatnya berat, misalnya lemari, tempat tidur, dispenser dan sebagainya bisa terkena denda, hal ini karena berpotensi merusak furnitur kamar, mengganggu tamu lain, berisik dan menyulitkan house keeping menyiapkan kamar untuk tamu selanjutnya, apalagi sampai menurunkan matras.

Adapun untuk memindahkan meja atau sofa kecil mungkin gak masalah.

Solusi bila berhadapan dengan kesulitan atau kebutuhan khusus di kamar adalah dengan meminta bantuan pegawai hotel.

7- Checkout Melebihi Batas Waktu (Jam 12.00) Tanpa Kabar

Terkadang ada hal tak terduga selama menginap dan melebihi waktu checkout, bila memang tidak diperpanjang dan melebihi batas waktu checkout jam 12.00, biasanya ada beberapa hal yang terjadi, misalnya kunci kamar yang tidak bisa terbuka dari luar, atau listrik tidak menyala, dan bisa juga kena denda, walaupun cuma lebih 5 menit saja.

Satu-satunya Solusi bila tidak memperpanjang adalah dengan mengontak atau menelpon resepsionis minta “Late checkout” alias Check-out terlambat, biasanya akan diberikan waktu sampai maksimal 2 jam, bila lebih telat lagi biasanya akan kena biaya tambahan.


Hal-hal yang sebenernya tidak perlu terjadi apabila tidak terlalu diremehkan, biasanya hal ini terjadi buat orang yang sangat awam atau baru pertama kali menginap di Hotel. Semoga bermanfaat [rk]

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply