13
2737

Hotel Tidak Mengganti Sprei Saat Berganti Tamu: Ini Solusinya

Biasanya saat masuk ruangan hotel kita akan langsung merebahkan badan di tempat tidur, hal ini normal karena melihat kasur yang menggoda, penampilannya memang rapi, putih dan bersih, eit… tunggu dulu, belum tentu kasur yang langsung ditiduri tersebut bener-bener baru dan bersih.

Di Hotel Belum Tentu Mengganti Sprei Saat Ganti Tamu: Ini Solusinya 1

Ya, beberapa hotel mengganti sepreti setiap hari, atau bisa juga mengganti cuma saat pergantian tamu. Namun kadang kala ada suatu kondisi dimana bahkan saat tamu checkout pun bisa jadi cuma dirapikan saja. Tidak diganti dengan yang fresh dari laundry.

Ini sebenernya masalah klasik, pihak hotel yang tidak mengganti seprei saat pergantian tamu biasanya bergantung pada keadaan, kaitannya juga erat dengan housekeeping karena ini adalah tugasnya.

Normalnya, saat berganti tamu, maka seprei, sarung selimut atau sarung duvet, sarung bantal dan guling bakal diganti. Dilakukan juga pengecekan terhadap pelindung matras apakah ada kotoran atau tidak.

Penyebab Seprei dan Linen tidak diganti saat pergantian tamu

1 – Waktu yang terbatas bagi Housekeeping

Tidak semua hotel punya Housekeeping yang melimpah, beberapa yang tingkat okupansi rendah atau kamar yang buanyak, malah punya keterbatasan dalam hal jumlah SDM, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk “memperbarui” kamar tiap harinya juga terbatas.

2 – Tamu menginap cuma Sehari

Tamu yang menginap sehari itu sejatinya maksimal cuma menginap selama 22 jam saja. Dan kasur digunakan untuk tidur maksimal 9 jam, walaupun kadang juga dipakai buat aktivitas lain. Bila sepreinya baru diganti sehari yang lalu, maka masih bisa dilanjut untuk hari berikutnya.

3 – Kasur Masih Bersih

Ya, seringkali para tamu hotel meninggalkan kamar dalam keadaan rapi sebelum checkout. Housekeeping yang berkunjung akan mengecek kondisi tempat tidur, bila performa masih diatas 90%, maka cukup dirapikan lebih lanjut demi menghemat waktu.

4 – Kebijakan dari Hotel

Bila ketemu tulisan seperti “…┬ábed linen would be changed when soiled…” ( Sprei akan diganti kalo kotor), bisa jadi itu benar adanya. Mayoritas hotel hingga yang kelas dunia punya standar efisiensi, termasuk dalam hal laundry, lingkungan dan lainnya.

Semua poin diatas biasanya dilakukan oleh oknum, tidak semua hotel maupun housekeeping berlaku nakal seperti itu.

Di Youtube sempat viral saat Inside Edition melakukan uji coba apakah hotel mengganti seprei saat saat ada tamu baru atau tidak, hasilnya? bahkan yang sekelas diamond pun sampai tidak menggantinya, wow banget.

Diagnosa Sprei Lama atau Baru

Mungkin ada diantara kita yang pingin tau apakah seprei yang akan kita sentuh nanti sudah diganti dari pengunjung sebelumnya atau tidak.

Cara mendeteksinya cukup mudah, misalnya menggunakan lampu ultraviolet alias BLB (Black Light Bulb) yang kini bisa hadir dalam bentuk senter. Banyak cairan tubuh mengandung molekul neon. Ilmuwan forensik menggunakan lampu ultraviolet di TKP untuk menemukan darah, air seni, atau semen, bahkan termasuk juga keringat dan saliva (liur).

Jadi bila melihat semacam bercak dari sprei menggunakan cahaya ini, namun tidak kasat mata, maka bisa waspada. Mungkin saja sprei itu belum diganti dari pengunjung sebelumnya.

Bahaya bila Seprei tidak diganti dari tamu sebelumnya

Sprei dan selimut bisa menjadi tempat kumpul bakteri, jamur, kuman, bulu hewan dan saripati manusia, misal keringat, saliva dan semen. Tiga hal terakhir bakal membuat kita jijik khususnya pecinta kebersihan, terlebih bila itu dari orang yang tidak kita kenal.

Bau tamu sebelumnya juga bisa menempel di sprei, selimut dan sarung bantal, sehingga kadangkala tamu baru pun mencium bau apek.

Kemudian bisa juga menjadi media penularan penyakit, meskipun itu sangat kecil dan hanya terbatas pada penyakit kulit, misalnya kudis (scabies) dimana tungau berukuran mikro ini bisa bertahan hingga 3 hari diluar tubuh manusia, sehingga seprei menjadi media efektif untuk penularannya.

Terus gimana Solusi dan Cara Mengatasinya?

Solusi yang paling mudah adalah tidak memikirkannya, yeah… mungkin ini adalah hal yang sulit terutama kalo udah membaca tulisan diatas, hehe. Tapi beneran kok, kita tidak perlu ribet melakukan diagnosa atau pengecekan lainnya.

Kita sudah bayar mahal ke Hotel, booking jauh-jauh hari tapi isinya cuma kekhawatiran, hal itu tidak akan menyelesaikan masalah.

Penularan kuman dan penyakit bisa terjadi, namun kasus itu sangat super langka, tidak sampai 0.1% di dunia. Orang yang menginap di hotel biasanya adalah orang mampu dan juga bersih, minimal dari penyakit kulit.

Pencegahan untuk Sprei Hotel yang tidak Diganti

Beberapa orang punya kekhawatiran seperti ini, khususnya bagi pecinta kebersihan. Tamu bisa meminta ganti seprei baru saat cek-in, tapi buat yang gak enakan, disini ada sedikit tips mengenai pencegahan:

1 – Membawa Sprei dan Sarung Bantal Sendiri

Ini memang menambah beban bawaan, terlebih kita juga tidak tau ukuran kasur yang didapat. Bila tidak yakin dengan ukuran kasur, kita bisa membawa sprei flat, bukan sprei fitted.

2 – Membawa Alas Sprei portabel sekali pakai

Di Hotel Belum Tentu Mengganti Sprei Saat Ganti Tamu: Ini Solusinya 1

Harganya murah cuma 30 – 50 ribuan, tersedia dalam ukuran double atau twin. Ini biasa dianggap hanya alas seprei karena memang fungsinya seperti itu, cukup praktis, ringan dan anti alergi. Namun tentu saja kenyamanan berbeda dibanding bersentuhan dengan sprei katun secara langsung.

3 – Membawa Kantong tidur khusus Hotel.

Ini juga termasuk salah satu alas tidur yang portabel, tapi bisa digunakan berulang kali. Sebagai pemisah antara tubuh dengan kain hotel. Harga termurah saat ini sekitar 150 ribu rupiah untuk ukuran twin/single. Semakin bagus bahan yang digunakan, semakin mahal harganya, dan impresinya jadi tidak ada bedanya dengan linen kualitas hotel.

Di Hotel Belum Tentu Mengganti Sprei Saat Ganti Tamu: Ini Solusinya 3

Kantong tidur alias sleeping bag khusus hotel ini terdiri dari sprei sekaligus selimut, dan bagian kepala ada kantong bantal. Kain memang tipis tapi sudah sesuai fungsi, bagian atas yang juga tipis bisa ditimpa dengan selimut tebal bawaan hotel agar tetap hangat.

Dengan alat ini, kita tidak bersentuhan langsung dengan linen bawaan hotel, cuma harus modal aja. Konon kantong tidur ini dibuat juga karena alasan kebersihan hotel.

Semoga bermanfaat

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply